Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2009

judul yang aneh

Hmmm.... sekarang lagi musimnya hujan. Dimana-mana turun hujan, dan sebentar lagi akan ada waktunya untuk merasakan aroma yang tersebar di atas tanah. Aroma semerbak khas yang ditularkan oleh hujan, memberikan terapi nature tersendiri. Dan memang terbukti, aroma hujan itu sanggup membuka pikiran kita (atau mungkin cuma saya saja). Mengapa anak-anak begitu senang dengan yang namanya hujan ? Mereka bermain dibawahnya untuk memerdekakan jiwa yang terkekang. Itulah indahnya. Musim hujan bagi sebagian orang adalah menyenangkan. Coba bayangkan, tanpa hujan padi mau hidup dimana ? Kodok-kodok yang setiap hari hujan selalu bertasbih, ketika tidak turun hujan, kemana kodok-kodok itu bertasbih ? Allah juga menurunkan malaikat-malaikat pembawa berkah. Di setiap tetesan hujan itu mengandung malaikat-malaikat. Maka dari itu kita di anjurkan untuk berdoa saat hujan. Tapi, bagi sebagian orang mungkin ada yang tidak setuju dengan turunnya hujan. Mungkin ka

Syarat Diterimanya Amalan Kita

Hmmmmm…….. Mungkin ga kita membayangkan jika amalan yang kita lakuin itu ga sis-sia. Malahan dapet untung yang besar. Wuiiii……hhhhh, amalan yang kita lakukan itu besar, pahalapun juga ikut besar. Nah kira-kira apa ya yang membuat amal kita itu diterima ? Di sini penulis ingin mencoba sedikit menularkan virus kebaikan kepada pembaca. Yah, walaupun sedikit tapi mudah-mudahan bermanfaat bagi diri sendiri, masyarakat, nusa dan bangsa. Setidaknya untuk penulis sedikit. Sebenarnya, problem kita malas untuk melakukan amalan baik itu adalah ketika kita tidak yakin bahwa Allah itu tidak menerima amalan baik kita. Itu adalah suatu kesalahan yang membuat Allah pun juga malas menulis sebagai amalan baik. Maka dari itu, alangkah lebih baiknya kita itu huznudzan kepada Allah, kan Allah itu sama terhadap prasangka hamba-Nya. Jadi, kalau tidak yakin kepada Allah, ya Allah juga tidak yakin kepada kita. Dulu, sahabat pun pernah bertanya kepada rasulullah tentang keberadaan

HATI SEORANG AYAH

Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk- bungkuk, disertai suara batuk-batuknya. Anak wanita itu bertanya pada ayahnya: Ayah , mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?" Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda. Ayahnya menjawab : "Sebab aku Laki-laki." Itulah jawaban Ayahnya. Anak wanita itu berguman : " Aku tidak mengerti." Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan : "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki." Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah kebingungan. Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri

Tahap-Tahap meng-Kaffahkan Islam kita

Akhir-akhir ini banyak kita jumpai orang-orang yang salah dalam menafsirkan Al-Quran ataupun Hadits. Mereka banyak menafsirkan al-quran dan hadits untuk memudahkan mereka keluar dari masalah. Sehingga banyak kita jumpai orang-orang sesat yang menafsirkan Al-Quran. Misalkan ; dalam Ibrahim ayat 4 dikatakan Kami tidak akan mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya . Karena disalahtafsirkan oleh salah seorang di daerah Malang, kemudian ia mengaku menjadi rasul dan sholat berjamaah dengan bahasa indonesia atau bilingual, setelah bahasa arab dan dilanjutkan dengan bahasa indonesia. Walaupun sebenarnya orangnya sudah ditangkap oleh polisi karena ajarannya dianggap berbahaya. Sebenarnya kenapa mereka berani menasirkan seperti itu ? Jawabannya hanya satu, kita masih belum meng-kaffahkan islam kita, sehingga banyak yang berani berbuat sedemikian rupa. Walaupun dia lulusan pondok pesantren, apakah menjamin islamnya sudah kaffah atau sempurna ? Dalam

Pengorbanan dan Ketaatan dalam Momentum Idul ‘Adha

Pengorbanan( tadhhiyah ) dalam menegakkan syariat islam memang dibutuhkan. Tanpa pengorbanan tidak akan ada suatu kemenangan. No pain, No gain . Orang yang siap berkorban untuk islam sangatlah susah. Dan sangat jarang ditemukan. Kita lihat saja, Nabi Ibrahim yang ketika itu dia mendapatkan wahyu untuk menyembelih anaknya. Padahal, itu adalah anaknya yang pertama. Bagaimana perasaan seorang orang tua jika dia baru saja dikarunia seorang anak dan kemudian Allah menyuruhnya untuk menyembelihnya. Perasaan orang tua pasti bergejolak. Awalnya, Nabi Ibrahim sangat bingung, belum lagi bagaimana perasaan seorang ibu saat itu. Tapi, apa jawab seorang anak itu ? Ya Abi, kalau itu perintah Allah, maka aku tidak meragukanNya lagi. Dan saya siap untuk itu. Seketika itu, Nabi Ibrahim tersentak kaget dan kemudian ia membawa anaknya ke sebuah padang yang luas. Ketika akan menyembelih, Ismail berkata kepada ayahnya : “ abi, aku mohon umtuk diasah terlebih dahulu pisaunya, agar nanti ketika disembeli

Mencari Pahlawan Indonesia

Akhir-akhir ini, bangsa Indonesia sedang disibukkan dengan banyak masalah yang sangat mengancam kesejahteraaan bangsa. Mulai dari pungli hingga korupsi besar-besaran. Kemiskinan yang melanda bangsa ini beberapa tahun terakhir masih belum tuntas terselesaikan oleh presiden-presiden bangsa ini. Dan inilah yang menjadi problem yang masih belum terpecahkan. Belum lagi degradasi moral bangsa ini yang semakin menjadi dengan hadirnya era globalisasi. Era dimana semua kebudayaan diserap oleh bangsa ini. Hingga tak ayal lagi, free seks pun menjadi suatu kebudayaan. Inilah kondisi bangsa kita sekarang. Kehadiran sosok pahlawan pada era sekarang sangatlah susah dicari. Apakah mungkin tidak ada seorang wanita di negeri ini yang mampu melahirkan pahlawan ? seperti wanita-wanita Arab yang melahirkan Khalid bin Walid, yang melahirkan Umar bin Khattab. Dulu, kita melihat, ada Soekarno yang penampilannya sangat merakyat. Berbeda dengan presiden sesudahnya. Memakai jas kebesaran yang seolah-o