Skip to main content

Posts

Tarbiyah dalam Amal Thullabi: Karakteristik Tarbiyah Mahasiswa

Tarbiyah adalah aktivitas manusia yang memiliki titik tolak sendiri, dan mempunyai kandungan kemasyarakatan. Ia adalah jalan hidup bahkan hidup itu sendiri. Semenjak Adam – alaihis salam — manusia telah melakukan aktivitas tarbiyah terhadap anak-anak dan mereka yang masih dalam usia pertumbuhan. Agar dapat membantu mereka untuk berkembang sehat di masa hidu p mereka kini dan masa datang, dan agar dapat dipenuhi segala kebutuhan mereka, baik kebu tuhan perkembangan fisik, ruhiyyah, perasaan maupun perilaku. Juga u ntuk mempersiapkan masa depan mereka sebagai individu maupun anggota masyarakat. Tarbiyah menjadi sangat penting karena ia dapat mengubah seorang anak manusia dari hanya sekedar makhluk menjadi insan yang memiliki kepribadian berbeda. Tarbiyah yang Kita Inginkan Jika tarbiyah memiliki urgensi demikian penting, maka kita patut bertanya: “Seperti apakah tarbiyah yang kita inginkan?” Dunia Islam telah bertahun-tahun mencoba manhaj tarbiyah yang diimpor dari timur maup...

Beberapa Hal yang Dapat Mengeluarkan Perempuan dari Batas Tabarruj

( Yusuf Qardhawi ) Yang mengeluarkan seorang perempuan muslimah dari batas tabarruj yang selanjutnya disebut kesopanan Islam, yaitu hendaknya dia dapat menepati hal-hal sebagai berikut: a)  Ghadhdhul bashar  (menundukkan pandangan), sebab perhiasan perempuan yang termahal ialah malu, sedang bentuk malu yang lebih tegas ialah: menundukkan pandangan, seperti yang difirmankan Allah: “Katakanlah kepada orang-orang Mu’min perempuan hendaklah mereka itu menundukkan sebagian pandangannya.” b) Tidak bergaul bebas sehingga terjadi persentuhan antara laki-laki dengan perempuan, seperti yang biasa terjadi di gedung-gedung bioskop, ruangan-ruangan kuliah, perguruan-perguruan tinggi, kendaraan-kendaraan umum dan sebagainya di zaman kita sekarang ini. Sebab Ma’qil bin Yasar meriwayatkan, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah bersabda sebagai berikut: “Sungguh kepala salah seorang di antara kamu ditusuk dengan jarum dari besi, lebih baik daripada dia menyentuh seorang...

Mengembalikan Bangunan yang Hilang

Masyarakat terbentuk dari pribadi manusia dan lingkungan yang melingkupinya serta nilai-nilai yang baku di dalamnya. Jika unsur-unsur ini terjalin dengan seimbang berarti masyarakat itu akan kokoh dan matang. Jika individu adalah dasar setiap masyarakat, maka mahasiswa adalah salah satu individu pilihan yang paling banyak kontribusinya di masyarakat, paling dinamis dan berpengetahuan. Masyarakat dapat bangkit bersama harokahnya, sebagaimana masyarakat akan diam jika ia melalaikan kewajiban dan peranannya. Oleh karena itu, masyarakat sangat memperhatikan pelajar/mahasiswa. Mereka mengamanahkan kepadanya lingkungan tempat ia belajar, mengamanahkan kepada guru atau dosen untuk mendidiknya, mengamanahkan kepada setiap murobbi untuk mentarbiyah dan membentuknya di atas landasan aqidah, dengan tarbiyah individu yang memperhatikan aspek jasmani, akal, ruh, perasaan dan emosi, maupun dengan tarbiyah kolektif yang memperhatikan masyarakat, bangsa, ummat, dan din dengan integralitas dan ni...

Problematika Umat

Kita tidak akan menganggap berlebihan orang yang mengatakan bahwa kita adalah ummat yang terbelakang dalam pentas peradaban dunia, yang konsumtif dan tidak produktif, mengekor dan tidak kreatif, dan menyerahkan urusan kita kepada orang lain, serta bahtera kita dikemudikan orang lain ke arah kepentingan yang ia inginkan. Para pemikir yang menganalisa sebab-sebab keterbelakangan ini terbagi menjadi dua kelompok: Kelompok yang menyatakan bahwa penjajahan sebagai biang seluruh keterbelakangan ummat. Kelompok yang memandang bahwa kebodohan di tengah ummat, kerusakan akhlak, dan kondisi jumud dalam pemikiran serta keilmuan, itulah penyebab kehancuran peradaban, kemudian datanglah penjajah menambah keterbelakangan ini dan mengambil kesempatan di tengah kelemahan ummat. Kelompok ini meyakini seandainya ummat Islam menghadapi serangan penjajah dalam kondisi berpegang teguh dengan dien dan akhlaknya, kreatif dalam bidang ilmu pengetahuan, maju dalam pemikiran dan peradaban, niscaya penjaj...

Membangun Ruh Baru

by : ABA ABDIR RAHMAN al-ikhwan.net -  Ada satu rumusan dalam berda’wah yang setiap da’i mesti merenungi, memahami, mentadabburi, mengamalkan dan menghayatinya. Menghayati dalam arti  hayat (hidup) dengannya. Rumusan itu adalah pernyataan berikut ini: “Kalian adalah  ruh  baru yang mengalir di jantung ummat ini, lalu menjadikan jantung itu hidup dengan Al Qur’an, kalian adalah  cahaya  baru yang bersinar, lalu mensirnakan kegelapan materialisme dengan ma’rifatullah, kalian adalah  suara  yang bergema dan meninggi yang memantulkan kembali seruan Rasulullah saw …” Sebagai  ruh , kehadirannya sangat ditunggu-tunggu, sebab ruh adalah harapan baru, kehidupan baru dan semangat baru. Sebagai  ruh , kehadirannya tidak menyakitkan yang sudah ada, dan tidak mengancam serta mengusik orang-orang sebelumnya, bahkan seakan tidak ada perubahan apapun yang terjadi pada jasad yang dimasukinya. Sebaliknya, jika ruh itu pergi, jasad yang ditingga...

Allah Mengetahui Bahwa Kita Sibuk

by : ABA ABDIR RAHIM al-ikhwan.net -  Sebagai seorang da’i, atau sebagai seorang anggota lembaga yang menamakan dirinya sebagai lembaga da’wah, sudah seharusnyalah ia mempunyai hubungan yang kokoh kuat (quwwatush-shilah) dengan Allah swt. Ada banyak sarana yang bisa kita jadikan sebagai opsi atau pilihan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas hubungan tersebut. Di dalam al mustakhlash fi tazkiyatil anfus Sa’id Hawa rahimahullah menyebutkan 13 sarana yang bisa kita jadikan sebagai wasilah untuk mendekatkan diri kita kepada Allah swt. Mulai dari shalat, zakat-infaq-sedekah, puasa, haji, tilawatul qur’an, dzikrullah, tafakkur alam dan seterusnya. Meskipun demikian, kita masih sering merasakan adanya kekeringan ruhani, karena kita memang sangat jarang mengalirinya dengan siraman-siraman ruhani yang berupa sarana-sarana tersebut. Atau istilah accu-nya, kita jarang ngeces accu dan baterai ruhani yang kita miliki dengan sarana-sarana Islamiyyah itu tadi. Alasan yang serin...