Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Thullaby

Siyasah Amal Thullabi

Yang dimaksud dengan  siyasah ‘ammah  (kebijakan umum) ialah garis-garis besar yang harus dijalankan oleh amal thullabi untuk mencapai sasarannya. Amal thullabi yang ada di seluruh dunia memerlukan pola  ta’amul  (interaksi) yang bijaksana dengan orang lain. Sejauhmana penguasaan amal thullabi terhadap kondisi obyektif di daerahnya dan di dunia internasional, juga kebijakannya dalam menangani permasalahan, dan pemusatannya pada produktivitas amal, maka sejauh itu pula pencapaian sasarannya dan keberhasilannya melewati tantangan. Oleh karena itu keberadaan  siyasah ‘ammah  mutlak diperlukan untuk membingkai kerja, dan melindungi amal thullabi dari penyimpangan internal dan bahaya eksternal. Al ‘Aqidah:  Aqidah islamiyah dan nilai-nilainya adalah sumber petunjuk dan pengarahan. Al Hurriyah  (Kemerdekaan): Mahasiswa melaksanakan peranannya secara bebas, tanpa ada seorangpun yang boleh menghalanginya dari kebenaran. Al Wahdah  (Kesatuan...

Tarbiyah dalam Amal Thullabi: Karakteristik Tarbiyah Mahasiswa

Tarbiyah adalah aktivitas manusia yang memiliki titik tolak sendiri, dan mempunyai kandungan kemasyarakatan. Ia adalah jalan hidup bahkan hidup itu sendiri. Semenjak Adam – alaihis salam — manusia telah melakukan aktivitas tarbiyah terhadap anak-anak dan mereka yang masih dalam usia pertumbuhan. Agar dapat membantu mereka untuk berkembang sehat di masa hidu p mereka kini dan masa datang, dan agar dapat dipenuhi segala kebutuhan mereka, baik kebu tuhan perkembangan fisik, ruhiyyah, perasaan maupun perilaku. Juga u ntuk mempersiapkan masa depan mereka sebagai individu maupun anggota masyarakat. Tarbiyah menjadi sangat penting karena ia dapat mengubah seorang anak manusia dari hanya sekedar makhluk menjadi insan yang memiliki kepribadian berbeda. Tarbiyah yang Kita Inginkan Jika tarbiyah memiliki urgensi demikian penting, maka kita patut bertanya: “Seperti apakah tarbiyah yang kita inginkan?” Dunia Islam telah bertahun-tahun mencoba manhaj tarbiyah yang diimpor dari timur maup...

Mengembalikan Bangunan yang Hilang

Masyarakat terbentuk dari pribadi manusia dan lingkungan yang melingkupinya serta nilai-nilai yang baku di dalamnya. Jika unsur-unsur ini terjalin dengan seimbang berarti masyarakat itu akan kokoh dan matang. Jika individu adalah dasar setiap masyarakat, maka mahasiswa adalah salah satu individu pilihan yang paling banyak kontribusinya di masyarakat, paling dinamis dan berpengetahuan. Masyarakat dapat bangkit bersama harokahnya, sebagaimana masyarakat akan diam jika ia melalaikan kewajiban dan peranannya. Oleh karena itu, masyarakat sangat memperhatikan pelajar/mahasiswa. Mereka mengamanahkan kepadanya lingkungan tempat ia belajar, mengamanahkan kepada guru atau dosen untuk mendidiknya, mengamanahkan kepada setiap murobbi untuk mentarbiyah dan membentuknya di atas landasan aqidah, dengan tarbiyah individu yang memperhatikan aspek jasmani, akal, ruh, perasaan dan emosi, maupun dengan tarbiyah kolektif yang memperhatikan masyarakat, bangsa, ummat, dan din dengan integralitas dan ni...

Problematika Umat

Kita tidak akan menganggap berlebihan orang yang mengatakan bahwa kita adalah ummat yang terbelakang dalam pentas peradaban dunia, yang konsumtif dan tidak produktif, mengekor dan tidak kreatif, dan menyerahkan urusan kita kepada orang lain, serta bahtera kita dikemudikan orang lain ke arah kepentingan yang ia inginkan. Para pemikir yang menganalisa sebab-sebab keterbelakangan ini terbagi menjadi dua kelompok: Kelompok yang menyatakan bahwa penjajahan sebagai biang seluruh keterbelakangan ummat. Kelompok yang memandang bahwa kebodohan di tengah ummat, kerusakan akhlak, dan kondisi jumud dalam pemikiran serta keilmuan, itulah penyebab kehancuran peradaban, kemudian datanglah penjajah menambah keterbelakangan ini dan mengambil kesempatan di tengah kelemahan ummat. Kelompok ini meyakini seandainya ummat Islam menghadapi serangan penjajah dalam kondisi berpegang teguh dengan dien dan akhlaknya, kreatif dalam bidang ilmu pengetahuan, maju dalam pemikiran dan peradaban, niscaya penjaj...