Skip to main content

Posts

Showing posts with the label taushiyah

Materi - Materi Siroh Kelas X SMAIT Bina Amal

Dalam rangka memfokuskan pendidikan karakter, maka di 2 bulan awal dari kelas X mendapatkan materi yang berbeda dengan pelajaran yang lain. Dalam hal ini, materi siroh/ kisah motivasi para pejuang islam. Berikut materi - materi siroh untuk kelas X SMAIT Bina Amal TA 2018/2019 1. Perang Badar 2. Perang Khandaq 3. Fathu Makkah 4. Sejarah Bangsa Palestina 5. Penaklukan Konstantinopel 6. Bangkit dan Runtuhnya Andalusia (menyusul) Semoga materi Sirah ini bisa bermanfaat bagi semuanya

Kunci Menghilangkan Permasalahan Hidup

Pernahkah diantara kita yang kehilangan saudara, anak atau orang tua yang kita cintai? Atau harta benda yang sudah capek-capek kita kumpulkan atau bisnis yang sudah kita rintis dan sukses tiba-tiba hilang dan hancur? Pernahkah diantara kita mendapatkan permasalahan hidup yang begitu pelik sehingga kita berputus asa? Pernahkah diantara kita yang berharap senantiasa berharap agar dikarunia seorang anak yang menyejukkan mata? Siapakah diantara kita yang pernah mendapatkan masalah hidup seperti itu? Pernahkah kita mengambil ibroh/pelajaran dari kisahnya Nabi Ayub? Pernahkah kita mengambil ibroh dari kisahnya Nabi Yunus/Dzun Nuun? Pernahkah kita mengambil ibroh dari kisahnya Nabi Zakaria? Mereka adalah para nabi dan orang-orang sholeh yang mendapatkan ujian begitu beratnya, bahkan mungkin lebih berat daripada kita. Tak pernah ada ujian hidup manusia melebihi beratnya ujian para nabi dan rasul. Sebelum kita mengambil ibroh dari para nabi yang diuji sangat berat, m...

Koneksi Kebersihan Dengan Keimanan

الطهور شطر الإيمان   Kebersihan sebagian dari iman (HR.Muslim) Dalam beberapa hadits tentang kebersihan yang mengaitkan dengan keimanan, saya selalu bertanya-tanya, “dimana letak keimanan dari orang-orang yang selalu menjaga kebersihan?” Itulah yang selalu saya tanyakan didalam hati. Lama merenung tentang pertanyaan diatas, tadi pagi (Rabu, 15 Februari 2017) ketika membantu santri-santri dalam lomba kebersihan antar kamar tiba-tiba muncul sebuah jawaban akan pertanyaan tersebut. Akhirnya, terjawab sudah. Kebersihan, kenapa Rasul .SAW sampai bersabda sedemikian? Kenapa Rasul .SAW memasukkan kebersihan bagian dari keimanan? Sebegitu pentingkah dampak kebersihan terhadap keimanan kita? Ternyata jawabannya adalah ada, ada dampak keimanan jika kita bisa menjaga kebersihan dan ada dampak keimanan jika kita tidak bisa menjaga kebersihan. Inilah kenapa sampai Rasul .SAW segitunya menyebut “Kebersihan sebagian dari keimanan”. Ketahuilah kawan, marilah kita jujur... ...

Yuk Nderes!

Qaulnya sahabat 'Utsman bin Affan tentang al Qur'an : "Sekiranya hati kita bersih, tentu tidak akan pernah kenyang membaca al Qur'an" . Bersihkan hati untuk mendapatkan ketenangan dalam berkomunikasi dengan kalamNya. SuratNya hanya mampu direnungi oleh hati-hati yang bersih. "Dan apabila dibacakan al Qur'an, bergetarlah hati seorang mukmin" . Gunung, jika ia menerima kalamNya bisa luluh lantak karena dahsyatnya kalam tersebut. Seharusnya hati manusia juga akan bergetar jika dibacakan kalamNya. Atau mungkin, hatinya manusia lebih keras dan tinggi daripada gunung?

Tuhanmu, Raja Pengampun

Rihlah Keluarga di Lawang Sewu, Semarang   قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ (53) Alkisah, ada seorang pembunuh yang sudah membunuh sekitar 99 orang yang ingin bertaubat. Kemudian ia bertanya siapa yang paling tahu tentang agama di dunia ini. Ditunjukkanlah ia kepada seorang ahli ibadah. Dia bertanya kepada ahli ibadah perihal keinginan taubatnya, akankah diterima taubatnya? Namun ahli ibadah tersebut mengatakan kalau taubatnya tidak bisa diterima lantaran besarnya dosa yang sudah dia lakukan. Mendengar ucapan ahli ibadah tersebut, marahlah ia dan membunuh ahli ibadah. Genaplah sudah dia melakukan pembunuhan di muka bumi ini. Tapi keinginan untuk bertaubat sangat tinggi. Dicarilah kembali seseorang yang bisa mengatasi kegundahannya. Bertemulah ia dengan seorang ‘ulama. Dan menanyakan kegundahannya. Berkatalah ‘ulama tersebut, ...

Renungan tentang HIJRAH : Proccess to New Born

Alhamdulillah, bisa dikasih Allah kemudahan untuk menulis lagi. Ditengah padatnya aktifitas, Allah sepertinya menggerakkan untuk menulis kembali. Menorehkan kata-kata dari seorang pencari ilmu. Hijrah, suatu kata yang tak asing di telinga kita. Ia menjadi kata yang memiliki arti positif. Hijrah didefinisikan suatu proses perpindahan positif, minadz dzulumaati ilaan nuur . Hijrah menjadi penggambaran manusia baru yang berproses menjadi manusia baik. Banyak diantara kita yang ingin hijrah,tentunya. Siapa sih yang tidak menginginkan surga firdausNya . Surga tertinggi diantara surga-surga yang lainnya. Tapi kemudian dalam proses hijrahnya ini tak sedikit yang berhenti di tengah perjalanan ke kota nuur . Bahkan kembali kepada dzulumaat (kegelapan). Tapi juga tak sedikit yang mampu bertahan pada proses ini, sehingga benar-benar menjadi manusia yang baik. Ada satu kaidah yang harus kita fahami dalam hal ini. Hijrah adalah sebuah proses, bukan hasil atau tujuan. Di dalam prosesnya, m...

Ujian Keimanan

Sebenarnya judul diatas sudah pernah didengar oleh kita melalui ustadz-ustadz atau yang lainnya. Saya hanya ingin kembali mengingatkan saja tentangnya, tentang Ujian Keimanan. Tentang suatu hal yang jika kita lulus,maka Allah menggaransi kehidupan yang lapang,bahagia, dan jauh dari permasalahan dunia. Keimanan adalah kunci untuk kita mendapatkan ketakwaan. Mengenai ujian keimanan ini, saya jadi teringat firman Allah surat al-ankabuut ayat 1-2:  "Alif Laaam Miiim. Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?" Ujian keimanan ini parameter kelulusannya adalah bermacam-macam, saudaraku. Ujian keimanan ini ada banyak sekali bentuk-bentuknya. Ujian keimanan tentang aqidah kita, ujian keimanan tentang ukhuwwah kita, ujian keimanan tentang bagaimana kita melihat kehidupan, dan mungkin ada banyak sekali ujian keimanan yang mungkin juga kita tidak menyadarinya. Ujian keimanan tentang aqidah...

Cerita Tentang Kematian

Pernahkah kita mendengar kecelakaan motor, pesawat, dan berbagai kendaraan lainnya?  Pernahkah kita bertanya kepada diri kita, apakah terlintas dari pengguna motor untuk mengingat mati, apakah terlintas dari penumpang pesawat itu mengingat mati? Mungkin baru terlintas mengingat kematian ketika detik-detik kecelakaan akan merenggut mereka.  Kematian adalah hal yang paling ditakuti manusia, karena kita tidak tahu kapan ia akan menghampiri kita.  Kematian adalah kiamat kecilnya manusia, terjadi tiba-tiba dan manusia banyak yang tidak merasakan kedatangannya. Sehingga, banyak manusia tidak siap dalam menghadapinya. Kematian bukanlah ujian layaknya ujian semester atau UAS atau UAN yang bisa kita siapkan.  "Al Mautu, laa yasta'khiruuna wa laa yastaqdimuuna (Kematian tidak dapat diundur ataupun dimajukan)" Kembali lagi, Sempatkah kita berfikir bagaimana jalan yang akan kita lalui ketika kematian menjemput kita nanti ? Banyak manusia tidak memik...

Mintalah Kematian yang DiridhoiNya

Setiap orang pasti mati... Namun kita tidak mengetahui bagaimana cara kita mati nantinya. Mintalah kepada Allah agar kita dimatikan dalam keadaan yang diridhoi oleh Allah.

Suatu Percakapan di Akhirat...

Suatu percakapan di akhirat... "Owh tuhanku, kenapa engkau menjadikan pengelihatanku buta, padahal dulu aku termasuk orang yang bisa melihat?" Tuhan menjawab, "Ya seperti itulah dirimu, ketika ayat-ayatku datang kepadamu, maka kau MELALAIKANNYA. Maka pada hari ini, kau juga akan DILALAIKAN..." (20:125-126)

Siapakah Habib An-Najjar

Kenal dengan Habib An-Najjar ? Dialah orang yang diceritakan di surat Yaasiin ayat : 20-27 (menurut para mufassir). Apa yang unik dari beliau ? 1. Beliau mengikuti keimanan para utusan-utusan Allah dengan segera. Ketika para utusan itu datang ke kampung Habib An-Najjar, beliau langsung mengikrarkan keimanannya. 2. Setelah mengikrarkan keimanannya kepada Allah, Habib An-Najjar ini langsung mendakwahkannya ke kaumnya. Tahu apa yang terjadi? Kaumnya langsung membunuhnya. 3. Beliaulah orang yang menyesal ketika dimasukkan kedalam surga. Kenapa menyesal ? Karena seandainya kaumnya mengetahui nikmat surga yang diberikan kepadanya, maka tentulah Habib An-Najjar ini akan senang. Apa yang bisa kita ambil dari Habib An-Najjar ini ? 1. Beliau da'i yang baru saja belajar keimanan tapi tak ragu untuk mengikrarkan dan mendakwahkannya kepada kaumnya. Bisa kita pastikan tentulah ilmunya tak sebanyak kita yang hampir setiap hari kita ikut kajian. 2. Dakwah yang baik adalah seruan keba...

Jangan berhenti berdoa

Jangan berhenti berdoa hanya karena Allah sebenarnya sudah tahu keinginan kita. Berdoa bukan cuma meminta, tapi berdoa juga ibadah. Pernahkah kita ditanya seseorang, “buat apa berdoa, kan Allah sudah tahu kebutuhan kita dan ia pasti akan memberikan sesuatu yang kita butuhin?”. Maka jawablah, “bahwa saya berdoa bukan cuma sekedar meminta, saya berdoa karena ingin beribadah. Doa bagi saya adalah ibadah seperti layaknya sholat, zakat, sedekah, dan ibadah lainnya”. Dalam doa ada pengharapan, ketakutan. Dalam doa juga memuat pahala yang ingin kita kumpulkan agar menjadi bekal. Berdoa adalah tanda kalau manusia adalah makhluk yang lemah (4:28) Semulia apakah kita jika dibandingkan Sulaiman .as? Allah melebihkan Sulaiman .as di dunia dalam hal kekayaan dibandingkan kita. Namun beliau masih tetap meminta (An-Naml:19) Kita ini miskin, suruh minta berdoa aja susah. Jika kita susah untuk berdoa, maka sungguh kita tidak mempunyai harapan sedikit pun untuk dilakukan. Setidaknya harap...

Siapakah Diri Kita ??

Siapakah kita ini, kok sudah berani-beraninya  minteri  Allah dengan dalil-dalil agar kemaksiatan kita menjadi legal? Siapakah kita ini, kok sudah berani-beraninya  ngomong  "kamu masuk surga, kamu masuk neraka" kepada setiap orang awam. Kamukah hakim ataukah Allah ?? Siapakah kita ini, mengapa kita menjadi sok pintar ketika sudah paham agama walaupun sedikit. Aktifis dakwah yang baru belajar tentang dakwah dan agama hanya di kampus 4 tahun sudah bisa melegalkan pacaran untuk dirinya dengan dalil macem-macem . Siapakah kita, aktifis dakwah kah kita yang baru belajar tentang dakwah dan agama bisa menghakimi kalau “ kamu masu surga dan kamu masuk neraka ”. Siapakah kita, dai ataukah hakim ?

Muhasabah Kemenangan Dakwah

Pagi tadi saya membaca "Imamah dalam Sholat" Karya K.H Ihya' Ulumuddin pengasuh ponpes Al-Haramain di Pujon.... didalam buku beliau ada sub bab yang membahas tentang "Ancaman bagi orang-orang muslim yang telat dalam sholat berjama'ah" Beliau mengutip salah satu hadits dari riwayat At-Tirmidzi sanadnya Abu Sa'id Al-Khudri. Ketika itu ada sebagian sahabat datang terlambat dalam sholat berjama'ahnya, kemudian dipanggil oleh Rasulullah saw. beliau bersabda: "Sholatlah kalian bersamaku, agar orang-orang setelah kalian sholat bersama kalian. Ketahuilah bahwa menunda untuk datang sholat berjama'ah kelak Allah akan menunda hisab kalian" kemudian, saya berfikir dan merenung tentang hadits ini. Hingga pada kesimpulan, kenapa dakwah di kampus UIN ini tidak mencapai kemenangan yang dijanjikan oleh Allah. Karena ternyata, mungkin bisa jadi Allah memang menunda kemenangan kita. karena kita sendiri sering menunda panggilan Allah. Tidak her...

Belajar dari Nabi Musa dan Nabi Khidir

Sejenak marilah kita bermuhasabah dan merenungi surat al-kahfi ayat 65-82 yang memberikan penjelasan atau cerita tentang Nabi Musa yang berguru ke Nabi Khidir. Kenapa Allah menceritakan ayat ini kepada kita? Atau apa hikmah yang bisa kita petik dari beberapa ayat di surat al-kahfi tersebut.                 Allah menceritakan pertemuan Nabi Musa dengan salah seorang hambaNya yang shalih yang Allah berikan kepada hamba tersebut rahmat yaitu berupa wahyu dan kenabian dan ilmu tentang yang ghaib. Dimulai dari loncatnya ikan yang keluar dari wadahnya kemudian pergi ke laut. Setelah itu Allah mempertemukan Nabi Musa yang ingin belajar kepada Nabi Khidir.                 Ceritanya adalah Nabi Musa ini adalah nabi yang kritis, karena beliau dilahirkan dan dibesarkan di dunia orang-orang yang kritis. Bahkan kaumnya, karena terlalu kritis....

Membangun Ruh Baru

by : ABA ABDIR RAHMAN al-ikhwan.net -  Ada satu rumusan dalam berda’wah yang setiap da’i mesti merenungi, memahami, mentadabburi, mengamalkan dan menghayatinya. Menghayati dalam arti  hayat (hidup) dengannya. Rumusan itu adalah pernyataan berikut ini: “Kalian adalah  ruh  baru yang mengalir di jantung ummat ini, lalu menjadikan jantung itu hidup dengan Al Qur’an, kalian adalah  cahaya  baru yang bersinar, lalu mensirnakan kegelapan materialisme dengan ma’rifatullah, kalian adalah  suara  yang bergema dan meninggi yang memantulkan kembali seruan Rasulullah saw …” Sebagai  ruh , kehadirannya sangat ditunggu-tunggu, sebab ruh adalah harapan baru, kehidupan baru dan semangat baru. Sebagai  ruh , kehadirannya tidak menyakitkan yang sudah ada, dan tidak mengancam serta mengusik orang-orang sebelumnya, bahkan seakan tidak ada perubahan apapun yang terjadi pada jasad yang dimasukinya. Sebaliknya, jika ruh itu pergi, jasad yang ditingga...