Skip to main content

Posts

Showing posts with the label jeritan hati

Koneksi Kebersihan Dengan Keimanan

الطهور شطر الإيمان   Kebersihan sebagian dari iman (HR.Muslim) Dalam beberapa hadits tentang kebersihan yang mengaitkan dengan keimanan, saya selalu bertanya-tanya, “dimana letak keimanan dari orang-orang yang selalu menjaga kebersihan?” Itulah yang selalu saya tanyakan didalam hati. Lama merenung tentang pertanyaan diatas, tadi pagi (Rabu, 15 Februari 2017) ketika membantu santri-santri dalam lomba kebersihan antar kamar tiba-tiba muncul sebuah jawaban akan pertanyaan tersebut. Akhirnya, terjawab sudah. Kebersihan, kenapa Rasul .SAW sampai bersabda sedemikian? Kenapa Rasul .SAW memasukkan kebersihan bagian dari keimanan? Sebegitu pentingkah dampak kebersihan terhadap keimanan kita? Ternyata jawabannya adalah ada, ada dampak keimanan jika kita bisa menjaga kebersihan dan ada dampak keimanan jika kita tidak bisa menjaga kebersihan. Inilah kenapa sampai Rasul .SAW segitunya menyebut “Kebersihan sebagian dari keimanan”. Ketahuilah kawan, marilah kita jujur... ...

Renungan tentang HIJRAH : Proccess to New Born

Alhamdulillah, bisa dikasih Allah kemudahan untuk menulis lagi. Ditengah padatnya aktifitas, Allah sepertinya menggerakkan untuk menulis kembali. Menorehkan kata-kata dari seorang pencari ilmu. Hijrah, suatu kata yang tak asing di telinga kita. Ia menjadi kata yang memiliki arti positif. Hijrah didefinisikan suatu proses perpindahan positif, minadz dzulumaati ilaan nuur . Hijrah menjadi penggambaran manusia baru yang berproses menjadi manusia baik. Banyak diantara kita yang ingin hijrah,tentunya. Siapa sih yang tidak menginginkan surga firdausNya . Surga tertinggi diantara surga-surga yang lainnya. Tapi kemudian dalam proses hijrahnya ini tak sedikit yang berhenti di tengah perjalanan ke kota nuur . Bahkan kembali kepada dzulumaat (kegelapan). Tapi juga tak sedikit yang mampu bertahan pada proses ini, sehingga benar-benar menjadi manusia yang baik. Ada satu kaidah yang harus kita fahami dalam hal ini. Hijrah adalah sebuah proses, bukan hasil atau tujuan. Di dalam prosesnya, m...

Ini Bukan Cerita Dongeng

Pagi tadi di hari Ahad, aku menerima tawaran untuk ikut mengunjungi pesantren lansia Al-Ishlah Pandanwangi, Malang. Diajakin sama teman-teman GK(Garuda Keadilan) Malang untuk menyambut Hari Kartini :) Kenapa ya kok di pesantren lansia??  mas Jundy -ketua GK Malang- Sepertinya baru mendengar dengan istilah 'pesantren lansia', tapi yakinlah bahwa itu untuk melembutkan penggunaan kata ketimbang menggunakan kata 'panti', terkesan sebagai tempat penampungan :)  Ketika disana, kami disambut dengan bapak paruh baya yang sepertinya menjadi penanggung jawab pesantren lansia tersebut. Acara kemudian dimulai dan dibuka oleh mas Jundy -ketua GK Malang yang kece- terus lanjut ke penjelasan ke bapak yang paruh baya tadi.  Sungguh, mendengarkan cerita singkatnya membuatku kaget dan miris. Apa yang bapak ceritakan seolah-olah itu pernah aku menontonnya di televisi-televisi. Bagaimana seorang anak menelantarkan ibunya. Ya, kawan, ini cerita tentang bagaimana ibu-ibu mer...

Tuhan Baru itu bernama BARAT!!

Setelah memahami ketakutan barat akan overpopulasi, yang digambarkan dalam novel Inferno-nya Dan Brown, aku menjadi yakin bahwa orang-orang barat tidak pernah menggunakan kitab suci mereka untuk menggunakan akal mereka. Penyebaran wabah penyakit seperti Ebola, dan virus berbahaya lainnya tidak lain adalah senjata barat untuk menurunkan populasi manusia yang menurut perkiraan mereka akan terjadi lompatan populasi yang sangat besar(dalam novel Inferno pertumbuhan manusia tahun 2050 akan mencapai 9 miliar manusia). Mereka, orang-orang barat, seolah ingin menjadi tuhannya manusia dengan mengendalikan populasi manusia dan berusaha menghancurkan ras manusia yg dianggap tidak berguna. Menurut itung-itunganku sih, afrikalah yang mungkin pertama kali akan menjadi objek pemusnahan masal manusia akibat overpopulasi tersebut. Busung lapar, peperangan antar suku, penyebaran virus Ebola, virus HIV/AIDS. Jika benar-benar ini adalah sebuah cita-cita barat, maka tunggulah tuhan baru duni...

Doa Anak Perantauan

Terkadang kasihan melihat orang tua berdua sendiri tanpa keramaian kami, si anak. Seolah hati ini ingin menemani mereka di kala senjanya. Bukan lagi untuk menyusahkan mereka berdua. Walaupun hati ini sadar, masih belum pantas untuk membalas kebaikan mereka, untuk selamanya. Kadang ku menangis melihat wajah tua mereka yang terbayang dalam sujud malamku yang panjang. Agar Allah jangan memisahkan kita sebelum kami mengabdi padanya. Hampir separuh hidupku, aku jauh dari mereka. Aku dan adikku yang pertama paling lama hidup di perantauan. Kami merasakan getirnya hidup tanpa keluarga, walaupun mereka ada. Hangatnya keluarga terasa di aliran pipi. Jatuh saat kami kembali di perantauan Ketika kami kecil, orang tua kamilah yang sibuk. Tapi kami masih merasakan tarbiyah  dan hikmah  yang mereka ajarkan. Beranjak kami sekolah dasar, kami masih membersamai mereka. Tapi, bukan untuk membantu. Untuk menyusahkan mereka. Usai kelas 6 SD, kami dikenalkan dengan masyarakat yang...

Dialog Imajiner Dg Jenderal As-Sisi

wahai jenderal, ini adalah dialog imajiner kita tentang mesir sekarang  #saveMesir ketakutan apalagi yang kau ingin bunuh ???  #saveMesir Lihatlah senyummu, senyum ketakutan.  #saveMesir Ketakutan macam apa hingga kau sampai hati membunuh saudaramu sendiri,jenderal ??  #saveMesir Atau engkau telah mengalami mimpi buruk akan lahirnya seorang lelaki kuat ??  #saveMesir bukankah 'dia' telah engkau taklukkan demi kekuasaan kosongmu, jenderal ??  #saveMesir ketahuilah, 'dia' tetap kuat brsama demonstran damai di ra'bah sana wahai jenderal  #saveMesir Akankah kau ingin menipu 'dia' agar turun dengan menghabiskan pelurumu, jenderal ??  #saveMesir Tahanlah pelurumu, jangan kau habiskan hanya karena ketakutanmu yg kosong, jenderal  #saveMesir Ataukah engkau hanya ingin mempertontonkan sandiwara ketakutanmu, agar kau terlihat pongah, jenderal ??  #saveMesir Ketahuilah jenderal, 'mereka' tetap takkan m...

Membaca Romantisme Gerakan

                    Apa yang ada dibenak kita ketika mendengar kata "ROMANTISME"? kesenangankah? kegalauankah? berbunga-bungakah hati kita begitu mendengar kata "ROMANTIS"? Atau justru seperti kisah Abu Thalhah bersama Istrinya ketika anaknya meninggal? Istri Abu Thalhah berkata : "Wahai suamiku, jika kita dititipi oleh seseorang sebuah barang, dan pemilik itu menitipkan kepada kita barang tersebut dengan sangat lama sehingga barang tersebut sudah seperti barang kita, kita jaga bersama,kita rawat bersama. Namun suatu ketika pemilik barang tersebut kembali dan meminta barang tersebut. Bagaimana perasaanmu wahai Abu Thalhah?" Lalu Abu Thalhah menjawab : "Jika itu milik dia, ya harus kita kembalikan, dan mau bagaimana lagi itu bukan hak kita." Kemudian Istrinya meneruskan : "Tadi sore, anak kita telah diambil oleh Allah ketika engkau dalam perjalanan pulang dari jihad".                 Atau kem...

Lika-Liku Perjalanan Musykerwil KAMMI-ku

Alhamdulillah, ternyata Allah masih memberikanku kemudahan untuk bertemu dengan muslim-muslim negarawan di berbagai daerah di jawa timur, dari KAMMI Madiun, KAMMI Jombang, KAMMI Surabaya, KAMMI Jember, dan dari berbagai komsat lainnya...aku sendiri perwakilan dari KOMSAT ULUL ALBAB (UIN MALIKI Malang). Stasiun Kereta Api Malang Cerita itu berawal dari kebimbanganku untuk memutuskan apakah aku akan ikut atau tidak, soalnya ada kuliah yg sangat penting buatku...Akhirnya kuputuskan untuk ikut, mewakili komsat UIN, dari KETUM KAMMI Malang membatasi jumlah kuota dari setiap komsat, yaitu 3 orang, akhirnya aku tawarkan ke arjuna - arjuna (baca : ikhwan) dan srikandi -srikandi (baca : akhwat) yang ada di komsat dengan status AB2. Setelah ditelusuri, ternyata ada 2 srikandi dan satu arjuna (itu aku sendiri), hehehehe....Tapi ketika akan berangkat, trnyata srikandi yg satunya lagi mengundurkan diri, akhirnya hanya aku dan srikandi sisanya yg blum mengundurkan diri. Ya sudah, akhirnya ak...