Skip to main content

Posts

Quo Vadis Gerakan KAMMI Malang

Oleh : Saifullah 'shev' Robbani - Kaderisasi KOMSAT UIN MALIKI Malang - KAMMI Malang Memang sudah sewajarnya pertanyaan diatas itu harus ditanyakan kepada seluruh mahasiswa yang mengaku kader KAMMI Malang. Menanggapi zaman yang terus berkembang dengan bermacam-macam kebutuhan, membuat gerakan KAMMI Malang harus lebih mempunyai inovasi gerakan yang lebih unggul, lebih berani, lebih kompetitif dan lebih cerdik. Karena itu, pergerakan mahasiswa harus senantiasa hidup dalam panggangan api sejarah nasional ini. Agar arus mereka selalu hidup, agar sirkulasi air yang dimasaknya terus mengalami pemanasan-pemanasan hingga pada akhirnya, gerakan KAMMI Malang ini mampu menjadi sebuah solusi yang solutif untuk Malang Raya ini.  Sejalan dengan ide Amar Ma'ruf Nahi Mungkar, Gerakan KAMMI Malang ini mampu menjadi kontrol sosial di daerah Malang. Menjembatani rakyat dengan pemerintah untuk mengusung ide kemakmuran bersama demi terwujudnya kesejahteraan untuk selu...

Idul Adha : Refleksi tadhiyyah Nabi Ibrahim terhadap dakwah

Masih ingat dalam lintasan sejarah kenabian, dan sejarah terjadinya Idul Adha bahwa Ibrahim as disuruh oleh Allah untuk menyembelih anaknya Ismail as melalui mimpi dari ayahnya. Atas kejadian inilah kemudian dinamakan peristiwa Idul Adha atau kembali berkorban. Pengorbanan Ibrahim atas setiap langkah dakwahnya inilah yang seharusnya menjadi perhatian kita semua. Ibrahim bapak tauhid yang senantiasa menjalankan perintahnya tanpa mempertanyakannya. Seharusnya bagi kader dakwah yang mengikuti milah Ibrahim harus mencontoh tadhiyyah dari nabi Ibrahim. Karya-karya besarnya hasil dari pengorbaanannya terhadap dakwah sangat besar, salah satunya adalah Idul Adha ini. Kita sebagai kader dakwah seharusnya meyakini bahwa dengan pengorbanan kita terhadap dakwah ini akan mampu melahirkan master piece-master piece yang jauh lebih besar untuk keperluan dakwah ini. Nabi Ibrahim telah membuktikan pada sejarah bahwa menolong agama Allah, maka Allah akan memuliakannya sebagai hamba-Nya. Titel-tit...

Prinsip 13 #Seri Ushul 'Isyrin

"Cinta kepada orang-orang sholih, memberikan penghormatan kepadanya, dan memuji karena perilaku baiknya adalah bagian dari taqarrub kepada Allah swt. Sedangkan para wali adalah mereka yang disebut dalam firman-Nya : 'Yaitu orang-orang yang beriman dan mereka itu bertaqwa' Karamah pada mereka itu benar terjadi jikaa memenuhi syarat syar'i nya. Itu semua dengan suatu keyakinan bahwa mereka tidak memiliki mudharat dan manfaat bagi dirinya apalagi bagi orang lain" Disini Imam Asy-Syahid Hasan Al-Banna ingin menerangkan kepada kita untuk memuliakan para ulama yang terdahulu maupun yang sekarang. Kita tahu bahwasanya ulama adalah warasatul anbiyaa' (pewaris risalah para nabi). Maka dengan kita mencintai dan meng- ikram- kan para ulama adalah salah satu taqarrub kita kepada Allah. Kita mencintai orang-orang shalih dengan memintakan doa kepadanya dengan harapan bisa terkabul. Orang-orang shalih di masa-masa sekarang yang memang benar keshalihannya...

KAMMI Jalan Berjuang (Mars Terbaru KAMMI)

KAMMI Jalan Berjuang Karya Cipta : Maukuf Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia 2X Berjuang tegakkan ketauhidan Untuk Kemuliaan Berbekal ilmu iman yang mendalam Mahasiswa Muslim Indonesia Intelektual Masyarakat Beriman Islam Jiwa Perjuangan Kebatilan adalah musuh insan Islam jalan perjuangan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia 2X Berjuang tegakkan kebenaran Ciptakan Masyarakat Bermoral Berbekal ilmu iman yang mendalam Mahasiswa Muslim Negarawan Perbaikan tradisi dalam berjuang Memimpin ummat gapai kemenangan Persaudaraan watak dalam berjuang Solusi islam dalam perjuangan Salah Satu Hasil MUKTAMAR VII KAMMI, Banda Aceh, 13-17 Maret adalah menetapkan MARS KAMMI dengan Judul "KAMMI Jalan Berjuang" Karya Cipta : Maukuf S.Pd (Ketua Dept. Pengembangan Wilayah KAMMI Pusat), yang di nyayikan perdana pada Penutupan MUKTAMAR di Aula Utama Asrama Haji Banda Aceh. 17 Maret 2011.

Shev_theLiverpudlian on the action

Action 1 : Masjid tempat penulis beraksi "Al-Falah Mosque" Action 2 : Penulis beraksi saat pelantikan POSDAYA (Pos Pemberdayaan Masyarakat) bersama masyarakat. Ki-Ka : Misbah (ketua kelompok Pengabdian), penulis (pendamping MC ^^), Sulthon Sholehuddin (saat itu menjadi MC), Ust.Bilal (salah satu tokoh masyarakat Desa Tlogosari) Action 3 : penulis sedang mengajar anak-anak kecil mengaji di TPQ Nurul Huda, bekerjasama dengan Takmir Masjid Al-Falah Action 4 : penulis sedang memberikan penjelasan proker yang akan di musyawarahkan oleh seluruh elemen desa Tlogosari. Ki-Ka : Ust.Sucipto (tokoh masyarakat), penulis, Pak Ach Paidi (Ketua Takmir Masjid Al-Falah) Action 5 : Jalan-jalan pagi bersama teman-teman kelompok Action 6 : penulis mendengarkan arahan dari tokoh masyarakat saat pelantikan POSDAYA Action 7 : penulis sedang memberikan penjelasan dan sedikit masukan. Ki-Ka : Pak Yaturi (Tokoh Masyarakat), Pak Musleh Herry (Dosen Pe...

Prinsip 12 #Seri Ushul ‘Isyrin

“Perbedaan pendapaat dalam masalah bid’ah idhafiyah, bid’ah tarkiyah, dan iltizam terhadap ibadah mutlaqah (yang tidak ditetapkan cara maupun waktunya) adalah perbedaan masalah fiqh. Setiap orang mempunyai pendapatnya sendiri. Namun tidak mengapa jika dilakukan penelitian untuk mendapatkan hakekatnya dengan dalil dan bukti-bukti” Disini kemudian Hasan al Banna memberikan penjabaran-penjabaran tentang macam-macam bid’ah yang menjadi perbedaan diantara kita. Hasan al Banna ingin menjelaskan kepada kita bahwa bid’ah-bid’ah yang diatas itu sebenarnya adalah boleh, namun ada beberapa pertentangan dari para ulama. Sikap kita tentu harus kepada kembali kepada pasal 5, yaitu tidak mengolok-olok bahkan menjustifikasi kafir kepada orang yang melakukan bid’ah di atas. Sebelum kita berbicara lebih lanjut, agar kemudian tidak terjerumus kepada prasangka jelek, alangkah baiknya jika kita pahami makna dari istilah-istilah diatas beserta contoh dari macam bid’ah diatas. Bid’ah Idhafiyah, apa y...