Skip to main content

Posts

Ngaji Pake Langgam Apapun Boleh

Presiden kita yaitu Jokowi memang tidak pernah lepas dari cemoohan orang-orang. Mulai dari kebijakan politik, ekonomi, dll yang menyengsarakan rakyat. Kembali, sewaktu pelaksaan isra' mi'raj, Presiden satu ini mendapatkan kritikan lagi terkait langgam yang dibaca oleh seorang qori' yaitu Muhammad Yasser Arafat Cukup menarik perhatianku dan jagat sosmed terkait cara membaca qurannya si qori'. Bang  Muhammad Yasser Arafat  membaca quran dengan menggunakan langgam jawa. Seperti yang dicontohkan oleh dalang-dalang yang menampilkan wayangnya. Hahahaha.... Kemudian setelah itu muncul bermacam-macam BC (broadcast) di sosmed, mulai dari cara baca yang salah dan itu tidak dibenarkan, sampai mencari dalil-dalil tentang bagaimana cara membaca quran yang benar. Semuanya itu saya baca. Kemudian berfikirlah. Apa iya langgam jawa tidak boleh dipakai dalam membaca quran. Sedangkan apa yang dibaca oleh bang  Muhammad Yasser Arafat  ini, dia menggunakan riwayat 'Ashim ...

Ini Bukan Cerita Dongeng

Pagi tadi di hari Ahad, aku menerima tawaran untuk ikut mengunjungi pesantren lansia Al-Ishlah Pandanwangi, Malang. Diajakin sama teman-teman GK(Garuda Keadilan) Malang untuk menyambut Hari Kartini :) Kenapa ya kok di pesantren lansia??  mas Jundy -ketua GK Malang- Sepertinya baru mendengar dengan istilah 'pesantren lansia', tapi yakinlah bahwa itu untuk melembutkan penggunaan kata ketimbang menggunakan kata 'panti', terkesan sebagai tempat penampungan :)  Ketika disana, kami disambut dengan bapak paruh baya yang sepertinya menjadi penanggung jawab pesantren lansia tersebut. Acara kemudian dimulai dan dibuka oleh mas Jundy -ketua GK Malang yang kece- terus lanjut ke penjelasan ke bapak yang paruh baya tadi.  Sungguh, mendengarkan cerita singkatnya membuatku kaget dan miris. Apa yang bapak ceritakan seolah-olah itu pernah aku menontonnya di televisi-televisi. Bagaimana seorang anak menelantarkan ibunya. Ya, kawan, ini cerita tentang bagaimana ibu-ibu mer...

Ujian Keimanan

Sebenarnya judul diatas sudah pernah didengar oleh kita melalui ustadz-ustadz atau yang lainnya. Saya hanya ingin kembali mengingatkan saja tentangnya, tentang Ujian Keimanan. Tentang suatu hal yang jika kita lulus,maka Allah menggaransi kehidupan yang lapang,bahagia, dan jauh dari permasalahan dunia. Keimanan adalah kunci untuk kita mendapatkan ketakwaan. Mengenai ujian keimanan ini, saya jadi teringat firman Allah surat al-ankabuut ayat 1-2:  "Alif Laaam Miiim. Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?" Ujian keimanan ini parameter kelulusannya adalah bermacam-macam, saudaraku. Ujian keimanan ini ada banyak sekali bentuk-bentuknya. Ujian keimanan tentang aqidah kita, ujian keimanan tentang ukhuwwah kita, ujian keimanan tentang bagaimana kita melihat kehidupan, dan mungkin ada banyak sekali ujian keimanan yang mungkin juga kita tidak menyadarinya. Ujian keimanan tentang aqidah...

Tuhan Baru itu bernama BARAT!!

Setelah memahami ketakutan barat akan overpopulasi, yang digambarkan dalam novel Inferno-nya Dan Brown, aku menjadi yakin bahwa orang-orang barat tidak pernah menggunakan kitab suci mereka untuk menggunakan akal mereka. Penyebaran wabah penyakit seperti Ebola, dan virus berbahaya lainnya tidak lain adalah senjata barat untuk menurunkan populasi manusia yang menurut perkiraan mereka akan terjadi lompatan populasi yang sangat besar(dalam novel Inferno pertumbuhan manusia tahun 2050 akan mencapai 9 miliar manusia). Mereka, orang-orang barat, seolah ingin menjadi tuhannya manusia dengan mengendalikan populasi manusia dan berusaha menghancurkan ras manusia yg dianggap tidak berguna. Menurut itung-itunganku sih, afrikalah yang mungkin pertama kali akan menjadi objek pemusnahan masal manusia akibat overpopulasi tersebut. Busung lapar, peperangan antar suku, penyebaran virus Ebola, virus HIV/AIDS. Jika benar-benar ini adalah sebuah cita-cita barat, maka tunggulah tuhan baru duni...

Cerita Tentang Kematian

Pernahkah kita mendengar kecelakaan motor, pesawat, dan berbagai kendaraan lainnya?  Pernahkah kita bertanya kepada diri kita, apakah terlintas dari pengguna motor untuk mengingat mati, apakah terlintas dari penumpang pesawat itu mengingat mati? Mungkin baru terlintas mengingat kematian ketika detik-detik kecelakaan akan merenggut mereka.  Kematian adalah hal yang paling ditakuti manusia, karena kita tidak tahu kapan ia akan menghampiri kita.  Kematian adalah kiamat kecilnya manusia, terjadi tiba-tiba dan manusia banyak yang tidak merasakan kedatangannya. Sehingga, banyak manusia tidak siap dalam menghadapinya. Kematian bukanlah ujian layaknya ujian semester atau UAS atau UAN yang bisa kita siapkan.  "Al Mautu, laa yasta'khiruuna wa laa yastaqdimuuna (Kematian tidak dapat diundur ataupun dimajukan)" Kembali lagi, Sempatkah kita berfikir bagaimana jalan yang akan kita lalui ketika kematian menjemput kita nanti ? Banyak manusia tidak memik...

Mintalah Kematian yang DiridhoiNya

Setiap orang pasti mati... Namun kita tidak mengetahui bagaimana cara kita mati nantinya. Mintalah kepada Allah agar kita dimatikan dalam keadaan yang diridhoi oleh Allah.

Suatu Percakapan di Akhirat...

Suatu percakapan di akhirat... "Owh tuhanku, kenapa engkau menjadikan pengelihatanku buta, padahal dulu aku termasuk orang yang bisa melihat?" Tuhan menjawab, "Ya seperti itulah dirimu, ketika ayat-ayatku datang kepadamu, maka kau MELALAIKANNYA. Maka pada hari ini, kau juga akan DILALAIKAN..." (20:125-126)